Buku ini pertama kali saya baca saat kelas XI SMA. Waktu itu ada project dari guru Bahasa Indonesia kami untuk membuat drama yang akan dipentaskan dan ditonton oleh semua siswa kelas XI. Jadi tiap kelas IPA, IPS, dan Bahasa akan menampilkan drama. Tiap kelas terdiri dari beberapa kelompok. Kelas Bahasa dibagi menjadi 2 kelompok. Kelas IPA dan IPS masing-masing dibagi menjadi 4 kelompok. Jadi jumlah seluruh kelompok ada 22 kelompok. Berarti ada 22 naskah drama yang ditampilkan.
Salah satu teman di kelompok kami menyarankan untuk menyadur naskah drama dari novel ini. Kami semua sepakat. Waktu itu saya mendapatkan dua peran. Jadi Narator dan Rubah. Jadi peran saya ganda karena jumlah SDM di kelas saya tidak sebanyak kelas IPA dan IPS.
Anatomi buku ini:
Judul asli: Le Petit Prince
Judul terjemahan: Pangeran Cilik
Penulis: Antoine De Saint-Exupéry
Penerjemah: Henri Chambert-Loir
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2011
Jumlah halaman: 120
Showing posts with label Fiksi. Show all posts
Showing posts with label Fiksi. Show all posts
Saturday, May 20, 2017
Sunday, April 23, 2017
Bintang Kedelapan (Ina Inong & Masagung Darojatun)
Sudah lama saya ingin membeli buku Halo Balita. Terlepas dari kontroversi penerbitnya, saya pikir isinya aman. Dulu saya pernah membaca buku-buku yang sepaket di sekolah alam tempat saya pernah mengajar.
Inginnya sih beli yang sepaket, sama e-pennya juga. Tapi belum memungkinkan saat melihat harganya. Jadi ketika ada teman yang jual retail, beli deh. Saya beli dua, yang satu judulnya Jam Marah-Marah yang mengajarkan tentang kemandirian. Yang satu lagi ini, Bintang Kedelapan tentang kasih sayang.
Saya pilih judul ini karena saya suka hal-hal tentang astronomi, dan saya paling suka angka 8. Motif utamanya sih agar Hawnan ga ngacak-ngacak buku-buku saya kalau sudah punya buku sendiri.
Judul: Bintang Kedelapan
Penulis: Ina Inong
Ilustrator: Masagung Darojatun
Penerbit: Pelangi Mizan
Inginnya sih beli yang sepaket, sama e-pennya juga. Tapi belum memungkinkan saat melihat harganya. Jadi ketika ada teman yang jual retail, beli deh. Saya beli dua, yang satu judulnya Jam Marah-Marah yang mengajarkan tentang kemandirian. Yang satu lagi ini, Bintang Kedelapan tentang kasih sayang.
Saya pilih judul ini karena saya suka hal-hal tentang astronomi, dan saya paling suka angka 8. Motif utamanya sih agar Hawnan ga ngacak-ngacak buku-buku saya kalau sudah punya buku sendiri.
Judul: Bintang Kedelapan
Penulis: Ina Inong
Ilustrator: Masagung Darojatun
Penerbit: Pelangi Mizan
Tuesday, April 18, 2017
GIVEAWAY: The Devil's Whisper (Miyuki Miyabe)
Buku ini juga saya beli di Landmark. Akhirnya selesai juga baca novel yang satu ini. Pekan kemarin banyak gangguan sehingga postingan saya terlambat, biasanya hari sabtu kan.. Gadget yang ngehang terus lah, mati listrik tiap malem lah, signal lenyap lah. DLL (Dan Lupa Lagi). Alibi. Hehe
Saya tidak kecewa telah membaca novel ini. Tidak heran kalau Miyuki Miyabe disebut sebagai penulis novel misteri terlaris di Jepang.
Membaca novel ini jadi ingat karya-karya Dan Brown. Alurnya yang maju-mundur benar-benar mencengangkan. Miyabe juga dapat mendeskripsikan hal-hal dengan baik. Saya seperti melihat dengan nyata suasana kota Tokyo di musim dingin bulan November yang menjadi latar utama pada novel ini.
Belum lagi tokoh-tokoh yang kuat dengan karakternya masing-masing. Dan tentu saja banyak kejutan-kejutan tidak terduga pada setiap alurnya. Itu yang paling saya suka dari novel-novel bergenre mistery thriller.
Anatomi buku ini:
Judul: The Devil's Whisper
Judul asli: Majutsu Wa Sasayaku
Judul: The Devil's Whisper
Judul asli: Majutsu Wa Sasayaku
Tuesday, March 14, 2017
GIVEAWAY: Hercule Poirot dan Pesta Pembunuhan (Agatha Christie)
Ini adalah salah satu buku yang saya beli di Landmark Convention Hall Bandung pada event Pesta Buku. Saya ke sana tanggal 3 Maret kemarin.Niatnya mau beli kado buat teman yang mau nikah (alibi). Tapi tentu saja ada niat terselubung untuk memborong buku-buku yang lain (ini salah satunya). Kapan lagi coba saya ada di Bandung pas kebetulan ada discount besar-besaran. Hahah.
Setelah selesai membeli buku untuk teman saya yang akan menikah (sekarang sudah menikah) saya cuci mata ke setiap gerai yang ada di sana. Waktu melihat novel-novel di salah satu gerai, mata saya langsung tertuju pada buku ini.
Novel selalu menjadi favorit saya dari dulu. Tapi saya hanya menyukai novel yang bergenre thriller atau mystery. Beberapa teman mungkin heran saya yang suka baca novel belum pernah baca Ayat-Ayat Cinta atau novel-novel sejenis itu. Bukannya tidak suka, but that's not my area. Wkwkwk. Setiap orang punya selera yang berbeda-beda kan.
Penulis favorit saya Sir Arthur Conan Doyle. Tapi bukan berarti saya tidak membaca karya Agatha Christie. Ya dibandingkan Conan Doyle, Agatha Cristie lebih memasukkan emosi pada novelnya. Mungkin karena dia wanita.
Monday, February 13, 2017
Poconggg Juga Pocong (@Poconggg)
Buku ini sebenarnya aneh. Ya aneh juga saya mau beli buku aneh gini. Sejarahnya dulu pas waktu kuliah saya mampir di salah satu mini market deket kampus buat beli roti karena pagi itu ga sempet sarapan. Dan saya ga bisa engga, wajib harus kudu sarapan. Kalau kelewat sarapan biasanya langsung tepar, jadi lebih baik telat aktivitas daripada telat sarapan karena aktivitas saya akan berantakan kalau sarapan lewat. Tapi waktu itu saking buru-burunya takut macet dan ga boleh telat ke kampus, jadi saya ga sarapan di rumah.
Setelah ngambil roti dan hendak ke kasir, saya melirik rak buku sejenak. Lho, kok di mini market ada rak buku? Karena masih ada antrian di kasir, jadi saya sempetin liat-liat isi rak buku. Dan nemu buku ini. Waktu itu saya mengernyit saat baca judulnya, terus baca cover belakangnya.
Enggak tau kenapa tiba-tiba teringat teman sekelas saya di SMA. Dia punya phobia sama yang namanya "Pocong". Ya mungkin rakyat Indonesia yang pernah nonton film horror pasti punya kesan menakutkan tersendiri terhadap salah satu tokoh hantu lokal Indonesia yang satu ini. Padahal kita umat muslim pasti didandanin kayak gini kan kalau ntar meninggal. -_-" Tapi temen saya ini yang nama panggilannya Gwen dan bercita-cita ingin jadi artis kalau tidak ada aral melintang, tingkat ketakutannya sangat berlebihan. Dia akan langsung jerit-jerit dan nangis kalau ada yang mengucapkan kata "Pocong" atau menunjukkan gambar pocong di dekatnya. Jadi apa hubungannya saya beli ini sama Gwen? Ya, niatnya sih pengen nyuruh dia baca buku ini biar dia ga terlalu phobia.
Setelah ngambil roti dan hendak ke kasir, saya melirik rak buku sejenak. Lho, kok di mini market ada rak buku? Karena masih ada antrian di kasir, jadi saya sempetin liat-liat isi rak buku. Dan nemu buku ini. Waktu itu saya mengernyit saat baca judulnya, terus baca cover belakangnya.
Enggak tau kenapa tiba-tiba teringat teman sekelas saya di SMA. Dia punya phobia sama yang namanya "Pocong". Ya mungkin rakyat Indonesia yang pernah nonton film horror pasti punya kesan menakutkan tersendiri terhadap salah satu tokoh hantu lokal Indonesia yang satu ini. Padahal kita umat muslim pasti didandanin kayak gini kan kalau ntar meninggal. -_-" Tapi temen saya ini yang nama panggilannya Gwen dan bercita-cita ingin jadi artis kalau tidak ada aral melintang, tingkat ketakutannya sangat berlebihan. Dia akan langsung jerit-jerit dan nangis kalau ada yang mengucapkan kata "Pocong" atau menunjukkan gambar pocong di dekatnya. Jadi apa hubungannya saya beli ini sama Gwen? Ya, niatnya sih pengen nyuruh dia baca buku ini biar dia ga terlalu phobia.
Subscribe to:
Posts (Atom)



